Selasa, 01 November 2011

Sayonara krl

Musim hujan tiba...alhamdulillah dah ikut jemputan. Sebelumnya sangat
mengandalkan krl untuk pergi k kantor. sebenarnya naik krl itu sangaat
nyaman, cepat, praktis, bebas hambatan, hanya saja karena jumlah dan
mutu pelayanan yang terus menurun, akhirnya terpaksa juga say goodbye
sama si ular besi ini.

Meski sulit untuk dimengerti kenapa pemerintah begitu enggan
mengembangkan moda transportasi masal ini, tapi seperti kebanyakan
rakyat indonesia yg penuh rasa tepa selira, saya lebih memilih pasrah
(alasaan ^^) dan mencari alternatif lain yg sepadan..terutama dari
segi ekonomi ya hehehe.

Anyway, alternatif saya jatuh ke bis jemputan..karena meski dari segi
ongkos sedikit lebih mahal, tapi opportunity cost akibat biaya
kesehatan yg memburuk gara-gara himpit-himpitan di kereta menurun.

Sejak adanya penghapusan jadwal ekspress, acara himpit-himpitan di krl
makin menggila. Jangankan untuk duduk nyaman, berdiri secara wajar pun
sangat sulit untuk dilakukan. Sangat tidak recommended bagi orang
dengan perawakan size M ke bawah (informasi tambahan saya termasuk
jumbo size hihi).

Acara penumpang pingsan di pagi hari saking padatnya krl sudah menjadi
rutinitas keseharian para commuter krl, belum lagi cerita2 pelecehan
seksual yang dilakukan orang-orang cacat mental dengan memanfaatkan
sesaknya kondisi kereta.

Ditambah lagi prosesi masuk gerbong yg sangat memicu adrenalin,
setidaknya buat saya sih hehe. Membutuhkan kesigapan yang luar biasa
untuk mendapatkan tempat duduk (ini kalo naiknya dari stasiun tertentu
kayak bogor, depok, tanah abang). Kurang sigap, maka bersiaplah
himpit-himpitan atau malah terjatuh karena didorong orang-orang dari
belakang. Jadi buat anda yang suka memicu adrenalin, boleh dicoba deh
rebutan tempat duduk ini, dan merasakan asiknya didudukin orang lain
(ini nyata saudara-saudara).

Sekarang, dengan jemputan kelelahan akibat perjalanan menuju dan dari
kantor berkurang. Masih ada energi untuk sekedar bermain dengan naafi,
membacakan cerita, yang tak mungkin dilakukan saat naik krl dl, karena
terlalu lelah berhimpit ria.

6 komentar:

  1. saya juga pp rumah kantor naik bus jemputan... selain gratis... itu karena di sini ga da pilihan transportasi lain.... :D :D
    angkot ada sih, tapi cuma sebiji sebiji dalam sejam -_-a mana kantor jauh, jalan jelek, cuaca panas... mending naek bus... :D

    BalasHapus
  2. Vote for the bus ^^
    iya naik bis lebih nyaman, apalagi kalo gratisan kayak miss hihi, gak pake mikir pasti lebih milih bis (maklum emak2), bisku masih bayar nih, semoga suatu saat nanti bs gratis (ngarep mode on nih maaak hehe)

    BalasHapus
  3. hidup bus jemputan, ga angker lg dong teh

    BalasHapus
  4. Gak angker lagi put, cuma serem aj, soalnya takut ad yang ngikutin aj pas jalan ke tempat ojek gelap banget soalnya klo subuh...
    Yup hidup bis jemputan!! ^^

    BalasHapus
  5. Pilihan yang dijatuhkan ke bis jemputan merupakan pilihan yang logis sekaligus bijak. Memang KRL tidak pernah bisa diharapkan dalam memberikan kenyamanan kepada costumers.

    sepertinya dari sisi ini sudah terlalu sering publik menuntut haknya untuk diberikan pelayanan yang layak dan baik, disisi lain kewajiban pemerintahlah untuk memberikan pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan costumer.

    ah tapi, mungkin telinga pemerintah kita sudah terlalu tuli untuk mendengarkan jeritan rakyatnya, terlalui buta untuk melihat penderitaan para penumpang yang harus selalu berdesakan dan jauh dari jaminan keselamatan dan kenyamanan.

    Selamat ya, sudah menggunakan moda yang lebih layak..memang terlalu capek kalo kita harus terus berteriak karena toh mereka ga mendengar!.

    BalasHapus
  6. It's so you kanda ^^
    tul tul jauh dari selamat apalagi nyaman, makasih y kanda #penonton jangan cemburu y

    BalasHapus